Bengkulu (Antara) - Pemerintah Kota Bengkulu mengusulkan pembangunan irigasi untuk lahan sawah ke Kementerian Pertanian RI dengan nilai anggaran sebesar Rp2,7 miliar.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu, Matriani Amran di Bengkulu, Kamis pembangunan irigasi tersebut guna menjamin ketersediaan pengairan lahan sawah seluas 800 hektare.

"Kami berharap pihak kementerian menyetujuinya, sehingga lahan sawah masyarakat Kota Bengkulu produktif," kata dia.

Anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun satu irigasi primer, yakni dari Sungai Muara Bangkahulu menuju ke lokasi lahan sawah warga.

"Ditambah irigasi sekunder, yakni dari irigasi primer menuju petak lahan sawah," katanya.

Pengairan terus-menerus bersumber dari irigasi membuat hasil panen petani meningkat. Hal tersebut, selain bermanfaat untuk ketahanan pangan lokal, juga diharapkan mampu menekan alih fungsi lahan.

Hingga April 2015, Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu mencatat lebih dari 700 hektare lahan sawah sudah beralih fungsi.

"Hampir 30 persen sawah di Bengkulu ini tidak bisa kita pertahankan. Karena masyarakat menilai tidak ekonomis," kata Matriani.

Lahan yang masih bisa ditanami kata dirinya hanya tersisa sekitar 2.000 hektare. Namun permasalahannya tidak seluruh sawah mendapatkan pengairan yang layak.

"Sawah masyarakat tidak produktif, mereka berpikir akan lebih bernilai ekonomis jika dijadikan lahan membangun properti," ucapnya.

Jika Pemerintah Pusat menyetujui usulan pembangunan irigasi yang diusulkan Kota Bengkulu, diharapkan mampu mempertahankan lahan sawah yang masih ada.

Setidaknya satu hektare lahan sawah kata dia, jika mendapatkan pengairan optimal, mampu menghasilkan gabah kering giling sekitar delapan sampai sembilan ton.

Dengan sediaan lahan sawah di kota, diperkirakan mampu menghasilkan gabah kering giling sebanyak 18.000 ton dalam satu kali masa panen.

"Jika dalam satu tahun kita bisa tiga kali panen, maka sediaan beras untuk Kota Bengkulu bisa dipenuhi dari pertanian sendiri," ujarnya.***3***
Editor: Musriadi

sumber: Antara